TUGAS KE-3
TULISAN KE-3
NAMA : HERLINA SARI
NPM : 25209341
KELAS : 2 EB 13
10 GEJALA PEMANASAN GLOBAL
Ada yang bilang pemanasan global itu hanya khayalan para pecinta lingkungan. Ada yang bilang itu sudah takdir. Ilmuwan juga masih pro dan kontra soal itu. Yang pasti, fenomena alam itu bisa dirasakan dalam 10 kejadian berikut ini. Dan yang pasti ini bukan imajinasi belaka, sebab kita sudah mengalaminya.
* Kebakaran hutan besar-besaran
Bukan hanya di Indonesia, sejumlah hutan di Amerika Serikat juga ikut terbakar ludes. Dalam beberapa dekade ini, kebakaran hutan meluluhlantakan lebih banyak area dalam tempo yang lebih lama juga. Ilmuwan mengaitkan kebakaran yang merajalela ini dengan temperatur yang kian panas dan salju yang meleleh lebih cepat. Musim semi datang lebih awal sehingga salju meleleh lebih awal juga. Area hutan lebih kering dari biasanya dan lebih mudah terbakar.
* Situs purbakala cepat rusak
Akibat alam yang tak bersahabat, sejumlah kuil, situs bersejarah, candi dan artefak lain lebih cepat rusak dibandingkan beberapa waktu silam. banjir, suhu yang ekstrim dan pasang laut menyebabkan itu semua. Situs bersejarah berusia 600 tahun di Thailand, Sukhotai, sudah rusak akibat banjir besar belum lama ini.
* Ketinggian gunung berkurang
Tanpa disadari banyak orang, pegunungan Alpen mengalami penyusutan ketinggian. Ini diakibatkan melelehnya es di puncaknya. Selama ratusan tahun, bobot lapisan es telah mendorong permukaan bumi akibat tekanannya. Saat lapisan es meleleh, bobot ini terangkat dan permukaan perlahan terangkat kembali.
* Satelit bergerak lebih cepat
Emisi karbon dioksida membuat planet lebih cepat panas, bahkan berimbas ke ruang angkasa. Udara di bagian terluat atmosfer sangat tipis, tapi dengan jumah karbondioksida yang bertambah, maka molekul di atmosfer bagian atas menyatu lebih lambat dan cenderung memancarkan energi, dan mendinginkan udara sekitarnya. Makin banyak karbondioksida di atas sana, maka atmosfer menciptakan lebih banyak dorongan, dan satelit bergerak lebih cepat.
* Hanya yang Terkuat yang Bertahan
Akibat musim yang kian tak menentu, maka hanya mahluk hidup yang kuatlah yang bisa bertahan hidup. Misalnya, tanaman berbunga lebih cepat tahun ini, maka migrasi sejumlah hewan lebih cepat terjadi. Mereka yang bergerak lambat akan kehilangan makanan, sementar mereka yang lebih tangkas, bisa bertahan hidup. Hal serupa berlaku bagi semua mahluk hidup termasuk manusia.
* Pelelehan Besar-besaran
Bukan hanya temperatur planet yang memicu pelelehan gununges, tapi juga semua lapisan tanah yang selama ini membeku. Pelelehan ini memicu dasar tanah mengkerut tak menentu sehingga menimbulkan lubang-lubang dan merusak struktur seperti jalur kereta api, jalan raya, dan rumah-rumah. Imbas dari ketidakstabilan ini pada dataran tinggi seperti pegunungan bahkan bisa menyebabkan keruntuhan batuan.
* Keganjilan di Daerah Kutub
Hilangnya 125 danau di Kutub Utara beberapa dekade silam memunculkan ide bahwa pemanasan global terjadi lebih heboh di daerah kutub. Riset di sekitar sumber airyang hilang tersebut memperlihatkan kemungkinan mencairnya bagian beku dasar bumi.
* Mekarnya Tumbuhan di Kutub Utara
Saat pelelehan Kutub Utara memicu problem pada tanaman danhewan di dataran yang lebih rendah, tercipta pula situasi yang sama dengan saatmatahari terbenam pada biota Kutub Utara. Tanaman di situ yang dulu terperangkap dalam es kini tidak lagi dan mulai tumbuh. Ilmuwan menemukan terjadinya peningkatan pembentukan fotosintesis di sejumlah tanah sekitar dibanding dengan tanah di era purba.
* Habitat Makhluk Hidup Pindah ke Dataran Lebih Tinggi
Sejak awal dekade 1900-an, manusia harus mendaki lebihtinggi demi menemukan tupai, berang-berang atau tikus hutan. Ilmuwan menemukan bahwa hewan-hewan ini telah pindah ke dataran lebih tinggi akibat pemanasan global. Perpindahan habitat ini mengancam habitat beruang kutub juga, sebab es tempat dimana mereka tinggal juga mencair.
* Peningkatan Kasus Alergi
Sering mengalami serangan bersin-bersin dan gatal di matasaat musim semi, maka salahkanlah pemanasan global. Beberapa dekade terakhir kasus alergi dan asma di kalangan orang Amerika alami peningkatan. Pola hidupdan polusi dianggap pemicunya. Studi para ilmuwan memperlihatkan bahwa tingginya level karbondioksida dan temperatur belakangan inilah pemicunya. Kondisi tersebut juga membuat tanaman mekar lebih awal dan memproduksi lebih banyak serbuk sari.
(Diterjemahkan secara bebas dari www.livescience.com)
Sumber : http://ma2nkscientist.blogspot.com/2008/08/10-gejala-pemanasan-global.html
TUGAS KE-3
TULISAN KE-4
NAMA : HERLINA SARI
NPM : 25209341
KELAS : 2 EB 13
DAMPAK NEGATIF DARI SINYAL WI-FI TERHADAP TUBUH KITA
Memang enak ya kalau kitaberada di lungkungan yang ada wi-fi nya. Tapi selidik punya selidik siyal wi-fi berpengaruh juga terhadap tubuh kita. Mau tahu?
Di balik kemudahan yang ditawarkan wi-fi, ada beberapa keyakinan publik yang menganggap wi-fi berdampak negatif terhadap kesehatan. Mereka yang tidak setuju dengan kehadiran wi-fi beralasan radiasi elektro magnetik dari wi-fi bisa menyebabkan nyeri di kepala, gangguan tidur dan mual-mual, terutama bagi mereka yang electrosensitive. Tapi benarkah wi-fi berbahaya bagi kesehatan?
Ketakutan akan dampak buruk wi-fi terhadap kesehatan ini dimentahkan ilmuwan Inggris. Seperti yang diungkapkan Sir William Stewart, ketua Health Protection Agency, mengatakan pada BBC Programme Panorama, tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan teknologi wi-fi. Tak ada bukti pasti yang menyebutkan, perangkat seperti ponsel dan wi-fi menyebabkan kesehatan terganggu.
Hal senada juga diungkapkan Professor Lawrie Challis, dari Nottingham University. Dalam pernyataannya pada BBC, Senin (21/05), Prof Challis, yang menjabat sebagai ketua Mobile Telecommunications and Health Research (MTHR) menyebutkan: “Radiasi elektro magnetik dari Wi-fi sangat kecil, pemancarnya juga berkekuatan rendah, selain itu masih ada jarak dengan tubuh.
“Bisa jadi radiasi elektro magnetik sangat dekat dengan tubuh, ketika kita memangku laptop, namun dalam pengamaatan saya setiap orang tua akan meminta anak mereka untuk tidak terlalu sering menggunakan ponsel mereka dan selalu meminta mereka untuk menaruh laptop di atas meja, bukan di pangkuan, jika mereka berinternet terlalu lama.”
Untuk mendukung pernyataan ini, tim Panorama BBC mengunjungi sebuah sekolah di Norwich, yang memiliki seribu siswa, dan mencoba membandingkan tingkat radiasi dari ponsel dan penggunaan wi-fi di dalam kelas. Hasilnya menunjukkan radiasi wi-fi di ruang kelas tiga kali lebih besar dibanding pancaran yang dikeluarkan ponsel.
Namun ahli kesehatan psikis Professor Malcolm Sperrin mengatakan sinyal wi-fi yang lebih besar tiga kali lipat dibanding radiasi ponsel di suatu sekolah masih belum relevan, karena belum ditemukan pengaruhnya terhadap kesehatan.
“Wi-fi adalah teknologi yang menggunakan gelombang radio elektro magnetik rendah, yang sebanding dengan oven microwave, bahkan 100 ribu kali lebih rendah dari microwave.”
Tipe radiasi yang dipancarkan gelombang radio (wi-fi), microwaves, dan ponsel telah menunjukkan kenaikan level temperatur jaringan yang sangat tinggi, yang biasa disebut thermal interaction, namun masih belum ada bukti level tersebut menyebabkan kerusakan.
Health Protection Agency menyebutkan duduk di ruangan yang memiliki hotspot selama setahun sebanding dengan gelombang radio yang dipancarkan saat bercakap-cakap dengan ponsel selama dua puluh menit.
“Gelombang radio sudah menjadi bagian dari kehidupan kita selama hampir seabad atau lebih, namun jika ada gangguan yang signifikan terhadap kesehatan, pasti ada kajian yang akan mencatatnya, dan selama ini berbagai studi masih belum menemukan bukti transmisi wi-fi bagi kesehatan.
Hal senada juga didukung Professor Will J Stewart, rekan dari Royal Academy of Engineering, yang mengatakan: “Ilmu pengetahunan telah mempelajari pengaruh ponsel bagi kesehatan selama bertahun-tahun dan kekhawatiran akan dampak radiasi ponsel masih sangat kecil.
“Begitu juga dengan wi-fi, jika digunakan dalam batas yang wajar tak akan ada pengaruhnya bagi kesehatan dalam waktu yang lama. Namun bukan berarti semua radiasi elektro magnetik tak berbahaya, misalnya sinar matahari yang terbukti menyebabkan kanker kulit, jadi jika Anda menggunakan laptop saat berjemur di pantai, ada baiknya mencari tempat yang teduh,” tambah Sperrin yang mengatakan sampai saat masih belum ada banyak bukti yang cukup berarrti akan dampak negatif wi-fi.
Namun yang lebih dikhawatirkan Sperrin bukan pada gelombang wi-fi, namun pada perilaku dalam penggunaan laptop, dan panas yang dihasilkan laptop pada beberapa bagian sensitif pada tubuh, yang berdampak pada kesehatan.
Sumber :
www.artikelbebasku.co.cc
TUGAS KE-3
TULISAN KE-5
NAMA : HERLINA SARI
NPM : 25209341
KELAS : 2 EB 13
UKM Terancam Kalah Dalam Kompetisi Perdagangan Bebas
Usaha Kecil Menengah (UKM) makin terpuruk apabila pemerintah tidak memberikan perhatian khusus kepada industri berbasis masyarakat tersebut dalam persaingan perdagangan bebas akibat kebijakan China-Asean Free Trade Agreement (CAFTA)
“Sekitar 90% industri yang ada di Yogyakarta adalah UKM, dan sektor tersebut sangat rentan terhadap persaingan bebas apabila tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah. Apalagi sekarang ini, nilai ekspor DIY juga turun sekitar 20 persen,” kata Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) DIY Jadin Jamaludin di Yogyakarta, Sabtu (30/1).
Menurut dia, industri yang sudah mapan seperti industri besar memang tidak akan mengalami tekanan kuat akibat kebijakan CAFTA yang mulai diberlakukan awal tahun, namun tekanan akan lebih banyak dialami oleh industri kecil yang menyerap sekitar 900 ribu pekerja tersebut.
“Bisa-bisa, pelaku UKM yang tidak dapat bertahan justru akan berbalik untuk menjadi pedagang yang memasarkan barang-barang produksi China karena memang harganya lebih murah,” katanya.
Ia mencontohkan, pangsa pasar yang dinikmati oleh industri dalam negeri, khususnya tekstil adalah 22%, sedangkan sisanya adalah produk impor.
“Jika pemerintah tidak dapat berbuat apa-apa, pangsa pasar tersebut bisa-bisa semakin turun ditambah daya beli masyarakat yang saat ini kurang bahkan bisa turun tajam,” katanya.
Keunikan dari produk Yogyakarta, menurut Jadin, tidak menjamin bahwa negara lain tidak akan menirunya, karena saat ini China telah membajak desainer-desainer dari Indonesia untuk mendesain produk bernuansa Indonesia, misalnya batik.
“Memang tidak sepenuhnya sama dengan batik buatan Yogyakarta misalnya, tetapi produk yang dihasilkan sudah sangat menyerupai batik dengan harga yang murah. Masyarakat menengah ke bawah tentu memilihnya,” katanya.
Kampanye atau seruan untuk mencintai produk dalam negeri, lanjut dia, hanya akan menjadi opini belaka jika daya beli masyarakat kurang karena masyarakat akan lebih memilih untuk membeli produk dengan harga lebih murah.
Perhatian pemerintah, menurut Jadin memang sudah ada, namun realisasi di lapangan yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat belum ada, khususnya untuk pelaku industri kecil dan menengah.
“Seharusnya, pemerintah sudah mulai bersiap diri sejak kebijakan tersebut dikemukakan pada 2002 dan pada 2005 ditetapkan akan dilakukan pada 2010. Lima tahun itu terbuang percuma dan kini baru kebakaran jenggot,” katanya. (ant/bun).
SUMBER:
http://umkm.bcbali.com/perdagangan/berita-usaha/ukm-terancam-kalah-pasar-bebas.html
TUGAS KE-3
TULISAN KE-6
NAMA : HERLINA SARI
NPM : 25209341
KELAS : 2 EB 13
Standar Chartered Bank Mendukung Pengembangan UKM di Indonesia
Standar Chartered Bank (SCB) mendukung sepenuhnya upaya pemerintah Indonesia mengembangkan Usaha, Kecil dan Menengah (UKM) mengingat prospeknya cukup menjanjikan.Berdasarkan hasil survei terdapat sekitar 180.000 UKM yang sehat dan menghasilkan laba dan merupakan pasar potensial bagi SCB, kata Kepala Konsumer Banking (Head of Consumer Banking), SCB, Fred Saarlos yang didampingi oleh General Manager Wealth Management SCB, Darmadi Sutanto di Jakarta, Jumat (28/1).
Dikatakannya, untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah, SCB meluuncurkan Kredit Tanpa Agunan (KTA) dengan pagu kredit antara Rp150 juta sampai Rp300 juta dengan jangka waktu pengembalian satu sampai tiga tahun dengan tingkat suku bunga antara 1,42% sampai 1,58% per bulan.
Persyaratan untuk mendapat fasilitas KTA antara lain perusahaan yang sudah berdiri tiga tahun, dimiliki oleh Warga Negara Indonesia (WNI) dan memiliki izin usaha yang sah. Pada tahun 2007 CSB menetapkan target menjaring 8.200 nasabah tersebar di seluruh Indonesia, katanya.SCB mentargetkan program KTA pada tahun 2005 sebesar Rp2 triliun untuk mendorong UKM, karena bisnis UKM prospeknya cukup cerah.Produk yang ditawarkan SCB disamping KTA juga deposito berjangka, kredit investasi, kredit perdagangan dan kredit dengan jaminan uang atau properti kepada pengusaha UKM.
Fred Saarlos, optimis dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang dan pihaknya merasa bangga dapat membantu pengembangan usaha kecil dan menengah. Standard Chartered Bank merupakan bank asing pertama yang memfokuskan dirinya di sektor UKM, tuturnya.SCB saat ini salah satu bank yang memiliki staf yang berpengalaman di bidang pemasaran dan kredit di sektor UKM. Kami mengadopsi best banking practices dari negara tempat operasi SCB yang memiliki prestasi tinggi dan meramunya dengan karakteristik lingkungan bisnis di Indonesia, kata Fred Saarlos.
SCB dewasa ini mempunyai 30.000 karyawan yang tersebar di lebih dari 500 lokasi, lebih dari 50 negara di kawasan Asia Pasifik, Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, Inggris dan Amerika Serikat.
Sebagai salah satu bank internasional yang terkemuka di dunia, Standard Chartered Bank memiliki tim manajemen yang terdiri dari 70 kebangsaan, SCB melayani consumer dan wholesale banking customers.
SCB salah satu bank terbesar dan tertua di dunia mulai berdiri di Indonesia sejak tahun 1863, saat ini SCB memiliki 12 kantor cabang d lima kota utama di Indonesia dengan memiliki karyawan sekitar 1.000 orang dan melayani lebih dari 100.000 nasabah.
SUMBER:
http://umkm.bcbali.com/perdagangan/berita-usaha/scd-ukm-indonesia.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar