Mall merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang paling digemari untuk dikunjungi oleh masyarakat. Dengan berbagai maca, fasilitas yang disediakan oleh pengelola mall dengan seluruh ruangan di dalam mall yang full AC, toilet yang bersih, area parkr, dan fasilitas-fasilitas yang lainnya dapat membuat para pengunjung menjadi nyaman untuk mnegunjungi mall tersebut. Di dalam mall terdapat kios-kios yang menjual berbagai macam barang, seperti pakaian, sepatu, sandal, tas, accessories, alat kosmetik, barang-barang elektrinok, kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Selain itu, terdapat juga kumpulan kios-kios yang menjual berbagai macam makanan atau yang lebih dikenal dengan foodcourt, dan ada juga makanan-makanan cepat saji. Di banyak mall juga terdapat tempat permainan anak yang dapat menghibur mereka. Dengan berbagai macam fasilitas dan kelengkapan barang-barang atau produk yang ditawarkan kepada konsumen maka tak herang mengapa banyak orang yang gemar pergi ke mall walaupun hanya sekedar untuk refreshing.
Dengan banyaknya jumlah pengunjung di mall, ini mengundang beberapa oknum yang melakukan tindakan criminal dengan berbagai macam modus. Dan salah satunya adalah modus menipu dengan cara hipnotis ataupun sugesti. Pada saat saya semester 1, saya mendengar cerita dari salah satu dosen saya. Beliau bercerita tentang salah satu teman wanitanya yang sedang mengunjungi mall, bahunya ditepuk oleh orang yang tidak dikenalnya. Orang tersebut menawarkan satu prosuk lepada si wanita. Dengan berbagai macam kata-kata manis orang tersebut, wanita inimenjadi tertarik. Lalu si pelaku hipnotis tersebut meminta sejumlah uang dan meminta nomor rekening tabungan wanita tersebut. Karena si wanita itu telah terhipnotis atau tersugesti, tanpa pikir panjang menyerahkan sejumlah uangnya dan nomor rekeningnya yang sangat tidak sebanding dengan harga produk tersebut. Alhasil wanita tersebut kehilangan uangnya sebanyak puluhan juta. Sungguh sangat ironis.
Saya pun pernah menjadi korban dari modus tersebut. Saat saya sedang mengunjungi salah satu mall sehabis saya belanja, ada seorang wanita yang menepuk tangan saya. Saya diberikan suatu bingkisan hadiah (dengan alasan toko mereka sedang ulang tahun dan memberikan hadiah kepada pengunjung mall tersebut) dan wanita itu meminta saya untuk menulis data pribadi saya. Lalu saya mengikuti wanita tersebut, sesampai ditokonya saya ditawarkan berbagai macam program yang diadakan oleh toko mereka dalam rangka menyambut ulang tahun toko mereka. Entah mengapa pikiran saya sedang kosong, saya menuruti saja dan langsung tertarik dengan program mereka, tanpa berpikir panjang lagi apakah program tersebut resmi atau hanya sekedar modus untuk menipu orang-orang. Dan dia menawarkan kepada saya berbagai macam doorprize senilai lebih dari Rp 10.000.000,- , dengan syarat saya harus membeli produk mereka yang minimal senilai Rp 4.000.000,- karena waktu itu saya tidak mempunyai uang sebanyak itu, lalu mereka meminta nomor rekening saya dan sejumlah uang, dengan alasan dia untuk menyegel hadiah tersebut menjadi milik saya, apabila saya jadi membeli produk mereka.
Untungnya saja saya tidak mempunyai tabungan di Bank dan sisa uang didalam dompet saya hanya tinggal Rp 100.000,- ,jadi saya hanya memberikan uang Rp 100.000,- itu saja pada orang tersebut. Setalah itu saya pulang kerumah, selama saya berada diangkutan umum saya baru berpikir “Apakah ini suatu penipuan???”. Sesampai dirumah, saya memceritakan hal ini kepada kakak dan teman-teman saya. Lalu mereka semua memarahi saya. Karena menurut mereka saya terlalu bodoh dan saya telah terkena tipuan orang tersebut. Sampai saat ini pun saya masih agak binggung, “Apakah saya sudah benar-benar terkena penipuan???” entahlah. Namun, dengan adanya kejadian-kejadian ini menjadi suatu pelajaran penting dalam hidup saya untuk lebih berhati-hati didalam segala situasi dan kondisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar